Sabtu, 17 Mei 2014

Here PINDAD SS-4 Assault Rifle Sophisticated Production Current Pindad Indonesia !


Know the Assault Rifle. Mengenal Senapan Serbu.




Assault Rifle / Bullpup is a firearm configuration, in which the mechanism and magazennya located behind the trigger. This configuration increases the barrel length ratio of the total length of the rifle, which allows creating the same barrel shotgun with the barrel rifles, but the total length of the rifle is shorter. The advantage besides shorter, also comparatively lighter. Compared to conventional assault rifles, long bull-pup assault rifle generally shorter. The manufacturer claimed accuracy is much better than a conventional rifle. This is due to the pressure of the eruption is more restrained, because it is behind the rifle mechanically. However, amid a growing trend of production of bull-pup rifle, the military response has not been matched in a number of countries like conventional assault rifle.
Senapan serbu/ bullpup adalah konfigurasi senjata api, dimana mekanisme dan magazennya terletak di belakang pelatuk. Konfigurasi seperti ini meningkatkan perbandingan panjang laras terhadap panjang total senapan, yang memungkinkan membuat senapan yang larasnya sama dengan laras senapan biasa, tapi total panjang senapan lebih pendek. Keuntungannya selain lebih pendek, juga relatif lebih ringan. Dibandingkan senapan serbu konvensional, panjang senapan serbu bull-pup umumnya lebih pendek. Keakuratannya diklaim produsennya jauh lebih baik dibandingkan senapan serbu konvensional. Hal ini disebabkan tekanan dari letusan lebih tertahan, karena mekanis ada di belakang senapan. Namun demikian, di tengah tumbuhnya kecenderungan produksi senapan bull-pup, belum diimbangi respons kalangan militer di sejumlah negara yang menyukai senapan serbu konvensional. 

Although the assault rifle bull-pup heavily promoted as being the future assault rifle (futuristic). Such conditions, it appears experienced since the last two years. The development and production of bull-pup assault rifle developed rapidly in many countries. Thus, of the entire army in the world, who use the bull-pup rifle in bulk, until now known only to the UK, France, Austria, Australia, and Malaysia. U.S. superpower was not interested in using a bull-pup rifle as a standard army.
Walau senapan serbu jenis bull-pup banyak dipromosikan sebagai sosok senapan serbu masa depan (futuristik). Kondisi demikian, tampak dialami sejak dua tahun terakhir. Perkembangan dan produksi senapan serbu bull-pup berkembang pesat di berbagai negara. Maka, dari seluruh pasukan di dunia, yang menggunakan senapan bull-pup secara massal, sampai kini hanya diketahui Inggris, Prancis, Austria, Australia, dan Malaysia. Negara adidaya AS pun belum tertarik menggunakan senapan bull-pup sebagai standar pasukannya.


PINDAD SS-4.



Industry Indonesia through PT Pindad weapons did not want to miss, after briefly introducing the model bullpup rifle raid SS3 now PT. Pindad has returned gun singles introduce a new generation that is SS4. SS4 (short for: Rifle Raids 4, "Assault Rifle 4") is a battle rifle developed by PT Pindad. PT. Pindad explaining that the individual rifle. SS4 is a gun battle type rifle with an effective firing range of 300-600 meters.
Industri senjata Indonesia melalui PT Pindad pun tak mau ketinggalan, setelah memperkenalkan senapan serbu ringkas model bullpup SS3 saat ini PT. Pindad telah kembali memperkenalkan senapan perseorangan generasi baru yaitu SS4. SS4 (singkatan dari : Senapan Serbu 4, "Assault Rifle 4") adalah senapan pertempuran yang dikembangkan oleh PT Pindad. PT. Pindad menjelaskan bahwa senapan perseorangan. SS4 ini merupakan senapan jenis battle rifle dengan jarak tembak efektif antara 300-600 meter. 

Based on the rules applied by PT. Pindad are sharing rifle products based on the distance tembaknya:

  1. Rifle for riflemen with a range of 100-300 meters.
  2. Marksmen rifle for distance shooting 300-600 meters.
  3. For sniper rifle with a range of 1000 meters.

Berdasarkan pada aturan yang dipakai oleh PT. Pindad terdapat pembagian produk senapan berdasarkan jarak tembaknya :
  1. Senapan untuk riflemen dengan jarak tembak 100-300 meter.
  2. Senapan untuk marksmen dengan jarak tembak 300-600 meter.
  3. Senapan untuk sniper dengan jarak tembak 1000 meter.


For SS4 rifle is still a mock-up and the SS 4 bullets adopts FN MAG GPMG of the type 58 is 7.62 x 51 mm. SS 4 rifle is designed using reverse engineering method which means the weapon is made of a combination product sejumalah weapons work PT results. PINDAD and non PINDAD. For example, the mechanical and the cover is taken from SS1. Then the barrel take the sniper rifle belongs (sniper) SPR1. In addition to taking possession picantinny rail rifle FN SCAR.
Untuk senapan SS4 ini masih merupakan mock up dan SS 4 ini mengadopsi peluru dari jenis GPMG FN MAG 58 yaitu 7,62 x 51 mm. Senapan SS 4 ini dirancang dengan menggunakan method reverse engineering yang artinya senjata dibuat dari gabungan sejumalah produk persenjataan hasil kerjaan PT. Pindad maupun non Pindad. Misalnya saja rumah mekanik dan penutup diambil dari SS1. Kemudian bagian laras mengambil kepunyaan senapan penembak runduk (sniper) SPR1. Selain itu picantinny rail mengambil milik senapan FN SCAR. 

However SS4 not entirely derived from the combination of a number of components of weapons, some of which are new plans, one of which is the gun stock. With this gun stock can be folded. The long gun stock also can be arranged according to the physical condition of the shooter. In operation each gun shoots magasine SS4 equipped with a capacity of 15 rounds of ammunition. Out of these bullets will remind us with machine gun squadron of World War II Browning Automatic Rifle (BAR) caliber 7.62 mm fed magasine capacity of 20 rounds of ammunition.
Namun begitu SS4 tidak sepenuhnya berasal dari gabungan sejumlah komponen senjata , beberapa diantaranya merupakan rancangan baru, salah satunya adalah popor. Dengan popor ini dapat dilipat. Selain itu juga panjang popor juga bisa diatur sesuai dengan kondisi fisik penembak. Dalam pengoperasiannya setiap pucuk senapan SS4 dilengkapi dengan magasine berkapasitas 15 butir peluru. Dari jumlah peluru ini akan mengingatkan kita dengan senapan mesin regu era Perang Dunia II Browning Automatic Rifle (BAR) kaliber 7,62 mm yang dibekali magasine berkapasitas 20 butir peluru.


Indeed, until recently Assault Rifle SS-4 is still in pre-production stage, and until now has not released a plan TNI headquarters unit completes the TNI with guns SS4, however, the general appearance of this rifle can be used as a barometer of the spirit of the government to meet their own needs of military equipment.
Memang sampai saat ini Senapan Serbu SS-4 masih dalam tahap "penggodogan", dan sampai saat ini Mabes TNI belum melansir rencana melengkapi satuan di tubuh TNI dengan senapan SS4, namun, secara garis besar kemunculan senapan ini bisa dijadikan sebagai salah satu barometer semangat pemerintah untuk memenuhi sendiri kebutuhan peralatan militernya.


PINDAD SS-3

But there is another pride, PT Pindad has produced a new generation Assault Rifle Assault Rifle namely SS-3, generation Assault Rifle (SS) SS variant of the new art of the production of PT PINDAD. With 4 production variants of PT PINDAD have shown eksisitensinya to help the military to maintain the sovereignty of Indonesia, in addition to be exported to other countries interested. 
Namun ada kebanggaan lain, saat ini PT Pindad telah memproduksi Senapan Serbu generasi barunya yaitu Senapan Serbu SS-3, generasi Senapan Serbu (SS) baru tercanggih dari varian SS produksi PT PINDAD. Dengan 4 macam varian produksinya PT PINDAD telah menunjukkan eksisitensinya untuk membantu TNI untuk menjaga kedaulatan Indonesia, disamping untuk diekspor ke negara lain yang berminat. 


Here are 12 of sophistication of Production Assault Rifle variants of PT PINDAD SS-2000 (SS3-V1):

  1. Each operating system adopts piston gas systems owned AK -47 and predecessor SS1, SS2, FN Fal, FN FNC, Steyr AUG proven reliability.
  2. With the bullpup layout where the supply of ammunition is behind triger group / trigger, the rifle can be trimmed figure to 25% without compromising ballistic performance. Figure weapon very compact supports in scenarios PJD / close combat (close quarters battle); suitable for use in anti-terror operations that frequently occur in the building / buildings that have a narrow space. Another advantage is that the figure of a rifle with a quick adjust posture Asians average.
  3. In terms of the receiver / body weapons, 70% SS3 material made with high-impact resistant polymer Steyr AUG style that is light but strong. In terms of design, the receiver and the entry point maknisme magazine, handguard, and pistol grip are still faithfully adhered to the model SS2. 
  4. In addition, this weapon is equipped with a rail mounted picatiny quadruple (4 sides); upper, right, left, and under the handguard, thus offering additional support the use of optics and accessories are flexible; ex: the installation of front grip on SS3 V1 to facilitate the acquisition of a target or bipod like SS3 variant V4 Sharpshooter.
  5. Viewfinder system still uses the default standard models shaped carrying handle pisir pejera owned SS2. Special pejera, can be folded down and blend with the gas cylinder when not in use. Thanks adannya picatiny rail, the operator can replace them with optical operation in accordance with the demands / needs (SS3 V3 CQB paired with Israeli-made M21 Meprolight optics / optical SS3 V4 Sharpshooter with alerts PINDAD). 
  6. The cocking handle / lever located above the handguard pengokang on kesua side arms making it easier for operators, especially left-handed operators to cock the weapon. 
  7. Ejection port / bullet casing exit holes made on both sides. Again to prevent operators from throwing lefty hot casing. Same Steyr AUG system adopted, operators install enough left bolt assembly and ejection port cover is left up to the casing right out late. 
  8. Fire selector / lever select shots mode also made ambidextrous / made on both sides. 
  9. All variants can be fitted with a bayonet SS3 carrying SS1, SS2, or M16 (bayonet m7) that can still be used in hand to hand combat. In addition, the same model will facilitate bayonet logistics TNI later. 
  10. To add power o'clock, SS3 variants V1 and V3 can be fitted with either the grenade launcher SPG 1 (standard military rifle grenade launcher Pindad) and SPG 2 (model FN rifle grenade launcher for F 2000). As the sight, the two variants of the above comes with a leaf sight and quadrant that ensures accuracy to 400m. 
  11. Special on SS3 variant V4 Sharpshooter, profile heavy barrel rifle has a barrel to ensure the durability of the barrel when sustained fire (barrage length) as well as accuracy at long distances. Can be equipped with lightweight bipod to stabilize the weapon. Standard viewfinder system can be replaced by FN scope which has been owned by the TNI inventory or pair it with other optical Pindad. 
  12. Adjustable in all variants SS3 installed free floating barrel technique to guarantee the accuracy since the first gun is fired.


Berikut adalah 12 kecanggihan dari Senapan Serbu Produksi PT PINDAD varian SS-2000 (SS3-V1) :
  1. Setiap sistem operasi mengadopsi sistem gas piston milik AK -47 serta pendahulunya SS1, SS2, FN Fal, FN Fnc, Steyr AUG yang sudah terbukti kehandalannya.
  2. Dengan layout bullpup di mana pasokan amunisi berada di belakang triger group/pelatuk, sosok senapan dapat dipangkas sampai 25 % tanpa mengurangi performa balistik. Sosok senjata yang ringkas sangat mendukung dalam skenario PJD/ pertempuran jarak dekat (close quarter battle); sesuai digunakan dalam operasi antiteror yang kerap terjadi di dalam bangunan/gedung yang memiliki ruang gerak sempit. Keuntungan lain adalah sosok senapan yg ringkas menyesuaikan dengan postur tubuh rata-rata orang Asia.
  3. Dari segi receiver/bodi senjata, 70% material SS3 dibuat dengan bahan high resistant impact polymer ala Steyr AUG yang ringan namun kuat. Dari segi design, receiver tempat maknisme dan masuknya magazine, handguard, dan pistol grip masih setia menganut model SS2. 
  4. Selain itu, senjata ini dilengkapi dengan picatiny rail yang dipasang secara kuadrupel (4 sisi); atas, kanan, kiri, serta di bawah handguard, sehingga menawarkan akomodasi penggunaan optik dan aksesori pendukung yang fleksibel; ex: pemasangan front grip pada SS3 V1 untuk mempermudah akuisisi target ataupun bipod seperti varian SS3 V4 Sharpshooter.
  5. Sistem bidik bawaan standar masih memakai model pisir pejera berbentuk carrying handle milik SS2. Khusus pejera, dapat dilipat ke bawah dan menyatu dengan tabung gas saat tidak digunakan. Berkat adannya picatiny rail, operator dapat menggantinya dengan optik sesuai dengan tuntutan operasi/kebutuhan (SS3 V3 CQB yang dipasangkan dengan optik Meprolight M21 buatan Israel/ SS3 V4 sharpshooter dengan optik lansiran Pindad). 
  6. Cocking handle/tuas pengokang berada di atas handguard pada kesua sisi senjata sehingga memudahkan operator, terutama operator kidal untuk mengokang senjata. 
  7. Ejection port/lubang keluarnya selongsong peluru dibuat pada kedua sisi. Sekali lagi untuk menghindarkan operator kidal dari lontaran selongsong panas. Sama dengan sistem yang dianut Steyr AUG, operator cukup memasang left bolt assembly dan menutup ejection port yang kiri sehingga selongsong keluar lewat kanan. 
  8. Fire selector/tuas pilih mode tembakan juga dibuat ambidextrous/dibuat pada kedua sisi. 
  9. Semua varian SS3 dapat dipasangkan dengan bayonet bawaan SS1, SS2, maupun M16 (bayonet m7) sehingga masih bisa digunakan dalam hand to hand combat. Selain itu, model bayonet yang sama akan mempermudah urusan logistik TNI nantinya. 
  10. Untuk menambah daya pukul, varian SS3 V1 dan V3 dapat dipasangi pelontar granat baik itu SPG 1 (senapan pelontar granat standar TNI buatan Pindad) maupun SPG 2 (model senapan pelontar granat untuk FN F 2000). Sebagai pembidik, kedua varian diatas dilengkapi dengan leaf dan quadrant sight yang menjamin akurasi sampai 400m. 
  11. Khusus pada varian SS3 V4 sharpshooter, laras senapan memiliki profil heavy barrel untuk menjamin daya tahan laras saat sustained fire (rentetan panjang) sekaligus akurasi pada jarak jauh. Dapat dilengkapi lightweight bipod untuk menstabilkan senjata. Sistem bidik standar dapat diganti dengan FN scope yg telah dimiliki oleh inventori TNI ataupun memasangkannya dengan optik buatan pindad lainnya. 
  12. Laras pada semua varian SS3 dipasang dengan teknik free floating barrel sehingga menjamin akurasi sejak pertama kali senjata ditembakkan.


Common Specifications SS-3 Assault Rifle:

  1. Producing countries: Indonesia
  2. Kaliber: 5.56 x 45 mm NATO/MU5 TJ Pindad
  3. Magazine capacity : 30 peluru
  4. Mekanisme : Gas operated, rotating bolt
  5. Berat : 3,4 kg (loaded)
  6. Rate of fire : 750 rpm
  7. Effective distance : s / of 600 m (3 SS V1 & V2), +1000 m (SS3 V4 Sharpshooter).

Spesifikasi umum Senapan Serbu SS-3:
  1. Negara produsen : Indonesia
  2. Kaliber : 5,56 x 45 mm NATO/MU5 TJ Pindad
  3. Kapasitas magazine : 30 peluru
  4. Mekanisme : Gas operated, rotating bolt
  5. Berat : 3,4 kg (loaded)
  6. Rate of fire : 750 rpm
  7. Jarak efektif : s/d 600 m (SS 3 V1 & V2), +1000 m (SS3 V4 Sharpshooter).
Author : Yohanes Gitoyo.
Source : 
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Pindad_SS4
  2. http://strategi-militer.blogspot.com/
  3. http://indonesiabim.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar