Selasa, 01 April 2014

Nyepi Day in Bali Indonesia : What You Know?


We're sorry, but this article we offer you like that might not know the meaning and existence of Hari Raya Nyepi, known to only a "principal red dates and holidays", including me, he-he-he, let's learn together ....

Nyepi is a feast of the Hindus who celebrated each new year Saka. Day falls on a matter Tilem Kesanga (IX), which are believed to be the day of purification of the gods who are in the center of the ocean that brings the essence of living water amerta. To the Hindus do worship sacred to them.

Nyepi Day is commemorated elections Hindus today. They do make tapa, yoga, and meditation. Chess Brata Nyepi is done there should be no light is lit, there is no job that can be done, there should be no tour is done, and there is no entertainment that can be done.

Hindus commemorate this year on Nyepi  Saka New Year of 1936,  Nyepi is done Hindus since 06:00 am on March 31 to 6:00 am on 1 April 2014.
Mohon maaf, artikel ini kami persembahkan bagai anda yang mungkin belum mengetahui makna dan keberadaan Hari Raya Nyepi, sehingga yang diketahui hanyalah "pokoknya tanggal merah dan libur", termasuk saya, he-he-he, mari kita belajar bersama....

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Hari Raya Nyepi ini diperingati umat Hindu hari ini. Mereka melakukan melakukan tapa, yoga, dan semadi. Catur brata nyepi itu dilakukan dengan tidak boleh ada cahaya yang menyala, tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan, tidak boleh ada wisata yang dilakukan, dan tidak ada hiburan yang boleh dilakukan.

Tahun ini umat Hindu memperingati Nyepi pada Tahun Baru Saka 1936, Nyepi ini dilakukan umat Hindu sejak pukul 06.00 pagi pada 31 Maret hingga 06.00 pagi pada 1 April 2014.


Definition of Nyepi, Pengertian Nyepi

Nyepi comes from the quiet (quiet, silence). Hari Raya Nyepi is actually based on the Hindu New Year festival calendar / calendar caka, which began in the year 78 AD. Unlike the Gregorian new year celebration, the Saka New Year in Bali began to retreat. No activity as usual. All activities are waived, including public services, such as the International Airport was closed, but not for the hospital.
Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

The main purpose of Hari Raya Nyepi is applied to the front of the One God, to purify Bhuana Alit (human nature / microcosmos) and Bhuana General / macrocosmos (the universe). Before Hari Raya Nyepi, there are some networks that performed the ritual of the Hindus, particularly in the area of ​​Bali.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.


Melasti, Tawur (Pecaruan), and Pengrupukan. Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan.

Three or two days before Nyepi, Hindus do Sanctification by the Melasti ceremony also called Melis / Mekiyis. On that day, all the existing means of worship in the temple (shrine) parade to the beach or lake, because the sea or lake is the source of holy water (Tirta Amrita) and can purify all leteh (gross) in man and nature.
Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

The day before Nyepi, namely on "Tilem sasih Kesanga" (month off 9th), the Hindus perform ritual Blind Yadnya at all levels of society, from their families, train, village, district, and the next, taking one one of the types caru (like sesajian) according to his means. Blind Yadnya respectively named Panca Sata (small), Panca Relatives (medium), and the Supreme Tawur (large). Tawur or pecaruan own a purification / pemarisuda Blind Period, and all leteh (impurities) are all expected to vanish. Caru implemented in their homes made from rice Manca (five) colors of 9 duel / packet with pauknya dishes, such as chicken brumbun (colorful) accompanied tetabuhan wine / rice wine. Blind Yadnya is addressed to Sang Blind King, Blind and Batara Kala Kala, to apply so they do not bother people.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru followed by pengerupukan ceremony, which spreads spreads tawur rice, torch-obori house and the yard, house and yard menyemburi with gunpowder, and hitting any objects (usually gong) to voice crowded / noisy. This stage is to expel Buta Kala from the home environment, yard, and neighborhood. Lodging in Bali, pengrupukan usually celebrated with a parade of ogoh-ogoh which embodies Buta Kala who paraded around the neighborhood, and then burned. The goal is the same, namely expel Buta Kala from the surrounding environment.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.


The highlight of Nyepi. Puncak acara Nyepi.

The next day, ie on pinanggal linings, sasih Kedasa (day 1, month 10), comes the actual Nyepi Day. In today's atmosphere as dead. No flurry of activity as usual. On this day Hindus carry "Catur Brata" Penyepian comprising observe geni (no berapi-api/tidak use and or turn on the fire), observe the work (not working), observe lelungan (not traveling), and observe lelanguan (not listening entertainment). As well as those who were able to also carry out penance, asceticism, yoga, and semadhi.
Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisan, sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

So for the new era, really begins with a new, clean white pages. To start a new life in the year Çaka any, basis is used, so that everything we do starts from nothing, pure and clean. Each of the magicians (the wruhing tattwa Jnana) implement Brata (restraint of lust), yoga (connecting the soul with paramatma (God)), tapa (suffering endurance exercise), and contemplation (united to God, whose ultimate goal is the sanctity of inner and outer) .
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).

All of it becomes imperative for Hindus to have an inner readiness to face any challenge of life in the new year.
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.


Ngembak Geni (Ngembak Api).

Last networks from Saka New Year is the day that falls on Geni Ngembak "ping pinanggal Kalih" (date 2) sasih kedasa (month X). On this New Year Saka enters day two. Hindus do Dharma Shanti with big families and neighbors, gave thanks and sorry forgive each other (ksama) to each other, to start the new year clean sheet. The essence of Dharma Santi is Tattwamasi philosophy which considers that all people in all corners of the earth as a creation of Ida Sanghyang Widhi Wasa let mutual love one another, forgive any errors and confusion. Live in harmony and peace.
Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.

For all Hindu people, I say: Bagi anda umat beragama Hindu, saya mengucapkan :

"Happy Hari Raya Nyepi, Saka New Year 1936.
May peace always be with us. Om Swastiastu "


"Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1936. 
Semoga damai senantiasa menyertai kita. Om Swastiastu"

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Nyepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar